Jumat, 14 Januari 2011

Cara Mempercepat dan Menstabilkan Koneksi Internet

Diposting melalui MS Office 07(baiq)


Cara ini bisa digunakan pada semua jenis koneksi baik itu menggunakan modem GPRS/CDMA/3G, kabel telephone, WiFi atau juga menggunakan kabel LAN melalui konektor RJ45. Cara yang bisa anda lakukan agar lebih mengoptimalkan kecepatan, kestabilan dan kenyamanan saat berinteraksi dengan dunia luar melalui internet.

Ping ke DNS Server.
Secara sederhana, server ISP akan menganggap komputer kita beristirahat (idle) jika dalam jangka waktu tertentu tidak melakukan request data ke server. Hal ini akan membuat server ISP, baik itu DNS server atau router sever harus melakukan identifikasi ulang jika ingin kembali terhubung ke server. Jika ingin komputer anda tidak dianggap idle oleh server, lakukan ping secara real time (berulang-ulang) ke server
dari ISP. Langkah-langkah melakukan ping ke DNS server adalah sebagai berikut :

- Buka command prompt dengan cara klik Start Menu, Run, ketik CMD dan kemudian tekan tombol Enter.
- Ketik ipconfig –all untuk mengetahui berapa IP address DNS server dari koneksi anda. Pada contoh terlihat IP address DNS server adalah 208.67.222.222 yang merupakan DNS publik milik OpenDNS.
- Ketik ping 208.67.222.222 -t. Penjelasannya, komputer akan melakukan request ping ke server DNS sepanjang waktu (-t adalah time to live yang artinya terus menerus).
- Jika ingin menghentikan ping request, tekan Ctrl + C pada keyboard atau dengan cara menutup jendela command prompt.

Nonaktifkan Auto Update dari program yang terinstall di komputer anda.
Terkecuali anti virus, anda bisa menonaktifkan fasilitas auto update dari semua program yang terinstall di komputer. Hal ini akan menghemat bandwidth sekaligus mempercepat akses karena jalur internet yang anda pakai tidak digunakan software lain untuk update, yang sebetulnya tidak terlalu penting.

Sebagai contoh anda bisa menonaktifkan fasilitas auto update dari operating system di komputer anda. Untuk menonaktifkan auto update pada software lain, coba buka software tersebut dan cari bagian auto update dan kemudian nonaktifkan.

Upgrade ke Paket Internet Yang Lebih Baik.
Di Indonoesia, ada beragam paket koneksi internet yang bisa dipilih. Anda bisa memilih paket dengan harga murah meriah dengan konsekuensi mendapat akses internet seadanya atau memilih paket koneksi yang lebih mahal dengan fasilitas yang lebih baik. Jika kebutuhan koneksi internet anda saat ini semakin tinggi tetapi paket koneksi internet yang anda gunakan biasa-biasa saja, anda bisa mempertimbangkan untuk beralih ke paket yang lebih baik.

Harga yang lebih mahal tentunya akan sebanding dengan kenyamanan anda saat berinternet. Solusi lainnya, anda bisa mencoba paket internet yang ditawarkan oleh ISP lain yang lebih berkualitas dan tentunya dengan harga yang lebih kompetitif. Pertimbangkan dengan matang sebelum upgrade paket koneksi interent atau beralih ke provider yang lain.

Upgrade Hardware Komputer.
Jika perangkat komputer yang anda miliki termasuk barang lama dan ketinggalan teknologi, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli komputer baru dengan speech yang lebih tinggi. Jika hal itu tidak memungkinkan, anda bisa melakukan upgrade beberapa device yang memang membutuhkan speech yang lebih besar dan lebih
cepat. Diantara perangkat yang berpengarudan bisa diganti tanpa harus mengganti semua deive yaitu penambahan memory, upgrade processor dan penggantian modem dengan kualitas yang lebih baik.

Tidak hanya untuk internet saja, anda bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus jika mengupgrade komputer. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama, bisa diproses dengan lebih cepat karena perangkat yang anda gunakan memiliki kecepatan yang lebih baik dari sebelumnya.


 

Semoga bermanfaat

Sumber: http://www.dedepurnama.com/2010/11/cara-mempercepat-dan-menstabilkan.html

Sabtu, 08 Januari 2011

Sebelum kita mengeluh atas apapun.. ingatlah beberapa hal berikut ini:



1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang bisu yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.


 

Intinya tengoklah kamu kebawah sebelum memandang keatas. Tetap semangaat…!!!!!

Semoga bermanfaat ya… :D


 

Sumber:

Rabu, 23 Juni 2010

Resepsi Ideal Menurut Islam

Resepsi pernikahan atau walimah merupakan tradisi yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Perintah untuk menggelar waliwah disampaikan Nabi Muhammad SAW ketika putrinya, Fatimah RA dipinang Ali bin Abi Thalib RA. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah".

Di era sekarang ini, resepsi pernikahan diselenggarakan umat Muslim dengan beragam cara. Ada yang menggelar walimah secara sederhana di rumah dan ada pula yang melakukan walimah di gedung bahkan hingga di hotel berbitang lima yang menghabiskan dana sampai puluhan miliar rupiah.

Agar sebuah walimah atau resepsi pernikahan tak terjerembab ke dalam perkara yang dilarang, ajaran Islam telah menetapkan adab dalam menyelenggarakan walimah. Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Mausuu'atul Aadaab al-Islaamiyyah, mengungkapkan, adab atau tata cara walimah atau resepsi pernikahan berdasarkan syariat Islam.

Pertama, kata Syekh as-Sayyid Nada, hendaknya sebuah walimah diselenggarakan dengan niat yang benar. "Niatkan walimah itu sebagai sunah Rasulullah SAW dan memberi makan orang-orang," tutur nya. Sesuatu yang diniatkan dengan baik akan menjadi amal saleh. Sehingga, harta yang dibelanjakan dan waktu yang diluangkan akan diganti dengan pahala.

Kedua, membuat dan menyediakan hidangan yang sesuai dengan kemampuan. Menurut Syekh as Sayyid Nada, seoarng tuan rumah tak perlu memberatkan diri di luar batas kemampuannya untuk menyediakan hidangan bagi para undangan. Kesederhanaan dalam menyelenggarakan walimah telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Ketika memiliki rezeki, Rasulullah SAW menyembelih kambing sebagai sumber hidangan. Namun, saat tak memiliki apa-apa, walimah pun digelar sesuai kemampuan. Semua contoh berwalimah sesuai kemampuan itu dijelaskan dalam hadis.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Aku melihat Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Zainab, yang tidak pernah diadakan untuk istri-istri beliau lainnya, dan beliau menyembelih seekor kambing." Namun, saat mengadakan walimah dengan Shafiyyah binti Huyay RA, Rasulullah SAW tak menyembelih apapun. Menurut Anas RA, Nabi SAW pernah menginap tiga hari di suatu tempat antara Khabir dan Madinah untuk menyelenggarakan perkawinan dengan Shafiyah.

Rasulullah SAW lalu mengundang kaum Muslimin untuk menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu para undangan tak disuguhi roti maupun daging. Hidangan yang disajikan bagi para tamu undangan hanyalah kurma kering, gandum dan minyak samin. Hal ini dijarkan Rasullah untuk menghindarkan umat Islam terjerat dari utang, karena memaksakan diri mengadakan walimah di luar batas kemampuan.

Ketiga, seorang Muslim yang mengadakan walimah hendaknya mengundang karib kerabat, tetangga dan rekan-rekan seagama. Menurut Syekh as-Sayyid Nada, mengundang karib kerabat dalam acara walimah akan mempererat tali silaturahim. Sedangkan, mengundang tetangga dapat mendatangkan kebaikan. "Selain itu, mengundang rekanrekan seagama akan melanggengkan kasih sayang dan menambah rasa cinta," papar ulama terkemuka itu.

Keempat, Rasulullah SAW mengingatkan agar seorang Muslim tak hanya mengundang orang-orang kaya saja. Nabi menekankan agar saat walimah orang miskin pun harus diundang. Syekh as-Sayyid Nada, menuturkan, meninggalkan atau melupakan orang miskin dari sebuah walimah bukanlah ajaran Islam. Mengabaikan orang-orang miskin, kata dia, dapat mematahkan hati mereka. Sehingga, mereka yang mengadakan walimah namun mengabaikan orang miskin dicap Islam sebagai orang-orang yang sombong.

Bahkan, hidangan walimah yang mengabaikan orang fakir dan miskin disebut Nabi SAW sebagai makanan paling buruk. Rasulullah SAW bersabda, "Seburuk-buruknya hidangan adalah makanan walimah, yang diundang untuk menghadirinya hanyalah orang-orang kaya, sedangkan orang-orang fakir tidak diundang..." (HR Bukhari-Muslim).

Kelima, Rasulullah mengajarkan agar sebuah acara walimah tak diselenggarakan secara berlebih-lebihan. Dalam Alquran surat al-A'raaf, Allah SWT berfirman, "... Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." Saat ini, kata Syekh as-Sayyid Nada, begitu banyak orang yang menggelar walimah secara berlebih-lebihan.

Bahkan ada yang menggelar walimah sampai menghabiskan uang berpuluh bahkan ratusan miliar rupiah. "Berbangga-bangga dan pamer di hadapan manusia untuk menjaga kedudukan dan gengsi, merupakan bentuk mengkufuri nikmat Allah SWT," paparnya. Alangkah baiknya, jika kelebihan itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Keenam, sebuah acara walimah tak boleh berisi perkara munkar. Menurut dia, jika undangan sebuah walimah berisi perkara-perkara munkar, maka wajib bagi yang diundang untuk tidak menghadirinya. Ketujuh, wajib mendatangi undangan bagi yang diundang. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya." (HR Bukhari dan Muslim). Begitulah, Islam mengajarkan adab walimah.

Sumber : REPUBLIKA

Inilah Resep Islam Menjauhi Sikap Malas


 

"Seandainya..." Kata ini begitu akrab dalam kehidupan sehari-hari. Disadari atau tidak, sebagian besar orang boleh jadi biasa mengucapkannya, "Seandainya aku melakukan begini, tentunya begini dan begini, tidak begini..."

Nabi Muhammad SAW sangat tak menyukai umatnya mengumbar kata-kata 'seandainya'. Bahkan, dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, kalimat lau (seandainya) membawa kepada perbuatan setan."

Syekh Shaleh Ahmad asy-Syaami, menjelaskan, kata 'seandainya' tidak membawa manfaat sama sekali. Menurutnya, meskipun seseorang mengucapkan ungkapan itu, ia tidak akan mampu mengembalikan apa yang telah berlalu, dan menggagalkan kekeliruan yang telah terjadi. Dalam bukunya bertajuk Berakhlak dan Beradab Mulia, Syekh asy Syaami mewanti-wanti bahwa ungkapan 'seandainya' bisa berkonotasi sebagai angan-angan semu, dan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

"Sikap seperti ini adalah sikap yang lemah dan malas," ujarnya. Bahkan, kata dia, Allah SWT pun membenci sikap lemah, tidak mampu, dan malas. Dalam hadis dinyatakan, "Allah SWT mencela sikap lemah, tidak bersungguh-sungguh, tetapi kamu harus memiliki sikap cerdas dan cekatan, namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu berucap 'cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung." (HR Abu Dawud).

Sikap tangkas dan cerdas yang di maksud, tutur dia, melakukan usaha dan tindakan-tindakan yang bisa membawa pada keberhasilan meraih sesuatu yang bermanfaat, baik di dunia maupun akhirat. Ini, sambung Syekh asy-Syaami, merupakan bentuk aplikasi terhadap hukum kausalitas yang telah Allah tetapkan.

Keutaman dari sikap tangkas dan cerdas yakni bisa menjadi pembuka amal kebaikan. Sebaliknya, sikap lemah dan malas, seperti telah di ingatkan Rasulullah SAW, hanya akan mendekatkan diri kepada setan. "Sebab, jika seseorang tidak mam pu atau malas melakukan se sua tu yang bermanfaat baginya dan ma syarakat sekitar, maka ia akan selalu menjadi seseorang yang kerap berangan-angan," paparnya.

Perbuatan dan sikap semacam itu, selain kontraproduktif serta tidak akan membawa pada keberhasilan, juga sama saja dengan membuka amal perbuatan setan karena pintu amal setan tidak lain adalah sikap malas dan lemah. Merekalah, tegas as-Syaami, adalah orang yang paling merugi.

Mengapa dikatakan orang yang paling merugi? Sebab, sifat malas dan lemah merupakan kunci segala bencana. Seperti, perbuatan maksiat sudah pasti terjadi karena lemahnya keimanan dan ketakwaan seseorang sehingga berani melanggar larangan agama.

Jadi, dia menambahkan, seorang hamba yang memiliki dua sifat tercela tadi, berarti ia tidak mampu melaksanakan amal perbuatan ketaatan serta tidak bisa melakukan hal-hal yang bisa membentengi dirinya dari godaan perbuatan jahat maupun maksiat.

Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Barri jilid XI menggarisbawahi, apabila penyakit hati itu telah menjangkiti manusia, maka ia akan mulai mendekati larangan Allah. Dia pun menjadi enggan untuk bertobat. Untuk itu, Nabi SAW memberikan tuntunan doa bagi umatnya agar terhindar dari dua jenis sifat tercela tadi. Rasulullah SAW berdoa, "Ya Allah, hamba meminta perlindungan kepadaMu dari kecemasan dan kesedihan."

Cemas dan sedih, keduanya juga bersumber dari malas dan lemah. Karena, apa yang telah terjadi, tidak mungkin diubah atau dihapus hanya dengan kesedihan, namun yang perlu dilakukan adalah menerimanya dengan kerelaan, sabar dan iman.

Demikian pula sesuatu yang mungkin terjadi di waktu mendatang, juga tidak mungkin dapat diubah atau dihapus hanya dengan kecemasan atau kekhawatiran. Maka itu, seseorang harus selalu siap membekali diri dengan sikap-sikap yang baik untuk menghadapi segala kemungkinan.

Oleh karenanya, Islam sangat menjunjung tinggi optimisme, kerja keras, dan berusaha sekuat tenaga. Jiwa seorang Muslim sejati adalah yang meyakini bahwa rezeki Allah SWT sangatlah berlimpah, dan disediakan bagi siapapun yang mampu menggapainya dengan semangat dan etos kuat.

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS al Jumu'ah [62] : 10) Ada perbedaan antara harapan dan angan-angan. Harapan selalu dibarengi dengan usaha, sementara anganangan atau kemalasan hanyalah angan-angan kosong. Semoga kita dijauhkan dari sifat malas.

Sumber : REPUBLIKA Selasa, 04 Mei 2010, 22:25 WIB

Lima Pelajaran Hidup dari Sang Lebah



Lebah adalah binatang kecil yang terukir indah dalam Alquran. Allah mengabadikan namanya pada salah satu surah dalam Alquran, yakni Annahl. Tentu, ada keistimewaan yang dimiliki hewan ini hingga namanya termaktub dalam kitab yang suci dan mulia. Lihat surah Annahl [16] ayat 68-69.

Lebah diciptakan Allah SWT dengan banyak memberi manfaat bagi manusia. Di antara manfaatnya adalah madu. Tak hanya itu, perilaku hewan kecil ini harusnya menjadi cerminan akhlak bagi Muslim sejati.

Perhatikanlah kehidupannya. Ada banyak manfaat yang bisa diambil hikmahnya dari lebah. Pertama, lebah hanya menghisap saripati bunga. Ia hanya mengambil yang inti dan membiarkan yang lain. Lebah tahu, yang menjadi kebutuhannya hanyalah saripati, bukan yang lainnya. Ini mengajarkan bahwa setiap Muslim harus mengambil sesuatu yang baik dan halal. Sebab, mengambil hak yang lain hukumnya adalah haram.

Kedua, lebah menghasilkan madu. Ia memberi manfaat bagi manusia. Ini pelajaran bagi umat Islam. Madu berasal dari saripati bunga dan baik, maka keluarnya pun baik. Sesuatu yang halal, keluarnya halal pula. Dan, ia banyak memberi manfaat bagi orang lain.

Ketiga, lebah tidak merusak. Di mana pun dia hinggap, tak ada tangkai daun ataupun ranting pohon yang patah. Betapa santunnya hewan kecil ini hingga dalam bergaul dia tidak menyakiti siapa pun dan senantiasa menjaga kedamaian dalam setiap suasana. Lebah senantiasa memegang prinsip iffah (ketenteraman) dalam pergaulan.

Keempat, lebah punya harga diri. Ia tidak akan pernah mengganggu orang lain selama kehormatan dan harga dirinya dihormati. Namun, bila harga dirinya dizalimi, ia akan siap 'menyengat' pengganggunya. Karena itu, setiap Muslim harus mampu menjaga kehormatan dirinya.

Sudah sepatutnya kita belajar ilmu dari lebah. Bukan karena fisik dan pesonanya yang kurang menarik, tapi karena komitmennya dalam bersikap dan berbuat. Manusia memiliki kemuliaan dari makhluk lain. Namun, tingkah laku dan kehormatan manusia bisa lebih hina dari binatang.

Allah memberikan pelajaran bagi manusia untuk mengambil hikmah dari lebah. Ia makhluk kecil yang memberikan manfaat sangat besar bagi manusia. Tentunya, tak hanya dari lebah, setiap hamparan yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT untuk kebutuhan manusia. Maka, bisakah kita mengambil pelajaran? Wallahu A'lam.

Sumber : Musiron/Republika


 

Minggu, 20 Juni 2010

Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah

Pantai
Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu
Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia
disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang
perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang
merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak
meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan
sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya
Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya
yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.

Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para
ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau
meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin
Al-Huwairits –radhiallahu 'anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada
tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.

Abdullah bin Muhammad berkata, "Aku keluar menuju tepi pantai dalam
rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan
musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai tiba-tiba aku telah berada di
sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran
tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya terdapat seseorang
yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya
telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun
yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, "Ya
Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa
menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau
anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas
kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan""

Abdullah bin Muhammad berkata, "Demi Allah aku akan mendatangi orang
ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan
perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya
itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan
kepadanya??.

Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu
kukatakan kepadanya, "Aku mendengar engkau berkata "Ya Allah,
tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan
rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan
kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan
makhluk yang telah Engkau ciptakan", maka nikmat manakah yang telah
Allah anugrahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat
tersebut??, dan kelebihan apakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu
hingga engkau menysukurinya??"

Orang itu berkata, "Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan
oleh Robku kepadaku?, demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar
kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung
untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut
untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan
tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur
kepadaNya karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah
(lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku
maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak
mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari
gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra
yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku,
jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan
aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya maka
tolonglah engkau mencari kabar tentangya –semoga Allah merahmati
engkau-". Aku berkata, "Demi Allah tidaklah seseorang berjalan
menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang
sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari
seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang
yang seperti engkau". Maka akupun berjalan mencari putra orang
tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gudukan
pasir, tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan
di makan oleh binatang buas, akupun mengucapkan inna lillah wa inna
ilaihi roji'uun. Aku berkata, "Bagaimana aku mengabarkan hal ini
kepada orang tersebut??". Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang
tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub 'alaihissalam.
Tatkala aku menemui orang tersbut maka akupun mengucapkan salam
kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, "Bukankah engkau
adalah orang yang tadi menemuiku?", aku berkata, "Benar". Ia berkata,
"Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?". Akupun
berkata kepadanya, "Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi
Ayyub 'alaihissalam?", ia berkata, "Tentu Nabi Ayyub 'alaihissalam ",
aku berkata, "Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada
Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya,
keluarganya, serta anaknya?", orang itu berkata, "Tentu aku tahu". Aku
berkata, "Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?", ia
berkata, "Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah". Aku
berkata, "Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan
sahabat-sahabatnya", ia berkata, "Benar". Aku berkata, "Bagaimanakah
sikapnya?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah". Aku
berkata, "Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan
dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal
itu?", ia berkata, "Iya", aku berkata, "Bagaimanakah sikap nabi
Ayyub?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah,
lagsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!". Aku
berkata, "Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan
pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas,
semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau".
Orang itu berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan
bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan
api neraka", kemudian ia berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi
roji'uun", lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia.
Aku berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", besar musibahku,
orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh
binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan
apa-apa[1]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di
tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. Tiba-tiba
datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku "Wahai Abdullah, ada
apa denganmu?, apa yang telah terjadi?". Maka akupun menceritakan
kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu  mereka berkata, "Bukalah
wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!", maka akupun membuka
wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua
tangannya, lalu mereka berkata, "Demi Allah, matanya selalu tunduk
dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya
selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!". Aku bertanya
kepada mereka, "Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?",
mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu 'Abbas, ia sangat
cinta kepada Allah dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu
kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai,
lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling
dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan. Tatkala
tiba malam hari akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada
di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga
sambil membaca firman Allah
}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ{ (الرعد:24)

"Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena
kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS.
13:24)

Lalu aku berkata kepadanya, "Bukankah engkau adalah orang yang aku
temui?", ia berkata, "Benar", aku berkata, "Bagaimana engkau bisa
memperoleh ini semua", ia berkata, "Sesungguhnya Allah menyediakan
derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh
kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa
syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa
takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam
kaeadaan di depan khalayak ramai"

---------------------
[1] Hal ini karena biasanya daerah perbatasan jauh dari keramaian
manusia, dan kemungkinan Abdullah tidak membawa peralatan untuk
menguburkan orang tersebut, sehingga jika ia hendak pergi mencari alat
untuk menguburkan orang tersebut maka bisa saja datang binatang buas
memakannya, Wallahu a'lam

http://www.firanda.com/index.php/artikel/6-sirah/15-kisah-menakjubkan-tentang-sabar-dan-syukur-kepada-allah

Jumat, 18 Juni 2010

Mulai dari Mimpi !

Imam Hasan al-Banna berkata bahwa kenyataan hari ini adalah impian kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan esok hari..

The future belongs to THOSE who believes in the beauty of their DREAMS, kata Eleanor Roosevelt.. Masa depan ada dalam genggaman orang-orang yang yakin akan indahnya IMPIAN mereka..

Maka, demikianlah seorang pemenang itu.. Ia menunggangi kendaraan impiannya menuju surga-Nya, meraih ridha-Nya.. Ia mengoptimalkan DREAM-nya..

D->ambakan (keinginan yang kuat)
R->asakan (memiliki hubungan emosional yang kuat)
E->nyahkan keraguan (bulatkan tekad)
A->mbil keputusan (sekarang atau tidak sama sekali)
M->aju terus! (GIGIH, hingga titik darah penghabisan!)

Mari kita belajar dari DREAM-nya Muhammad al-Fâtih, sang penakluk Konstantinopel..